Tanda Bayi Meninggal dalam Kandungan, Jelas Banget!

  • Whatsapp
tanda bayi meninggal dalam kandungan1
Gambar ilustrasi (sumber : pxhere.com)

Apa saja tanda bayi meninggal dalam kandungan? Menjaga kesehatan janin dalam kandungan adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap ibu hamil. Dengan kekuatan penuh dan kesabaran tingkat tinggi ibu hamil menjalani kehamilannya.

Segala cara ditempuh untuk mendapatkan kehamilan sehat dan normal. Meski demikian, terkadang ibu hamil menjumpai sebuah ujian yang begitu berat, yaitu bayi meninggal dalam kandungan.

Muat Lebih

Salah satu usaha yang harus dilakukan oleh ibu hamil agar bayi tetap sehat dan tidak sampai meninggal dalam kandungan adalah dengan mengetahui penyebabnya. Jika sudah tahu sebab dari meninggalnya janin, segera jauhi segala macam penyebab tersebut sehingga janin tetap aman, sehat dan bisa berkembang dengan baik.

Penyebab Bayi Meninggal Dalam Kandungan

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan  janin meninggal dalam kandungan. Waspada, hati – hati dan hindari segala penyebab meninggalnya janin dalam kandungan sejak sedini mungkin.

Masalah genetik
Kelainan yang ada pada genetika si janin adalah salah satu penyebab utama meninggalnya bayi dalam kandungan. Kelainan genetika tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, perlu pemeriksaan khusus untuk mengetahuinya.

Kelainan genetika jika tidak sampai membuat janin meninggal, bisa mengakibatkan bayi lahir dengan keadaan cacat. Selain kelainan genetika, kelainan kromosom juga bisa mengakibatkan bayi meninggal dalam kandungan atau mengakibatkan bayi lahir dengan kondisi tidak normal.

Bentuk rahim tidak normal

Selain karena kelainan genetika, meninggalnya janin juga bisa diakibatkan karena ibu memiliki bentuk rahim yang tidak normal. Rahim normal memiliki bentuk pipih dan seperti buah alpukat.

Kelainan  bentuk rahim ini bisa menyebabkan wanita susah hamil, susah melahirkan dan bisa mengancam bahaya janin dalam kandungan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Usia Ibu Terlalu Tua

Wanita dengan umur 40 tahun keatas sudah tidak ideal lagi untuk hamil ataupun melahirkan. Wanita yang hamil pada usia ini banyak dijumpai melahirkan dengan tidak normal dan ada juga yang janin tidak mampu bertahan sampai lahir.

Namun, bagi Anda yang masih hamil dalam usia 40 tahun keatas, jangan khawatir, pasrahkan saja semua pada Sang Pencipta dengan disertai doa dan berusaha menjaga kehamilan dengan baik.

Ibu Mengalami Obesitas

Obesitas / kelebihan berat badan yang dialami oleh ibu hamil diakibatkan oleh timbunan lemak dalam tubuh yang terlalu banyak. Obesitas bisa memicu munculnya berbagai macam penyakit dalam kehamilan seperti kelainan jantung dan hipertensi.

Obesitas juga bisa menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan jika ibu terserang komplikasi penyakit kehamilan. Untuk itu, ibu hamil perlu melakukan aktifitas yang bisa membakar lemak agar tidak sampai kelebihan berat badan saat hamil. Silakan baca : tips sehat ibu hamil agar janin berkembang normal.

Pola Hidup Tidak Sehat

Seharusnya ibu hamil menjaga kehamilan dengan baik, salah satunya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Jika ibu hamil bersi keras untuk tetap melakukan pola hidup tak sehat seperti merokok, minum minuman beralkohol, mamakai narkoba dan lain – lain maka kemungkinan buruk bisa menimpa janin.

Akibat terparah dari pola hidup ibu hamil yang tidak sehat adalah bayi meninggal dalam kandungan.

Sembarangan Konsumsi Obat

Ibu hamil sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat tanpa menggunakan resep dokter. Ketika ibu hamil mengalami mual, muntah, pusing dan penyakit – penyakit lain, sebaiknya segera datang ke dokter kandungan untuk berkonsultasi dan minta resep obat yang aman bagi janin.

Obat yang diminum sembarangan tanpa resep dari dokter mempunyai komposisi bahan yang sangat berbahaya untuk janin, bahkan bisa membuat janin meninggal dalam kandungan.

Infeksi

Bayi dalam kandungan bisa saja terserang berbagai macam infeksi. Beberapa infeksi penyebab kematian janin antara lain adalah :

  • Tokoplasmati – yaitu infeksi yang terjadi akibat bakteri tokso
  • IMS (infeksi menular seksual)  – IMS yang bisa membuat janin meninggal antara lain adalah vaginosis, klamidia dan gonore.

Pendarahan Berlebih

Pada umumnya ibu hamil sering mengeluarkan bercak darah yang diakibatkan karena pendarahan implantasi. Pendarahan tersebut biasanya hanya sedikit dan dalam waktu pendek.

Jika ternyata pendarahan yang dikeluarkan oleh ibu hamil itu dalam jumlah banyak dan tak kunjung hilang berarti ada yang tidak beres, mungkin itu disebabkan karena penyakit yang bisa mengakibatkan kematian janin. Untuk mengetahui lebih detil tentang pendarahan saat hamil, silakan baca bercak darah tanda kehamilan berapa lama?

Kelainan plasenta

Kematian janin juga bisa diakibatkan karena kelainan plasenta. Salah satu kelainan plasenta yang bisa mengakibatkan meninggalnya bayi dalam kandungan adalah plasenta previa, yaitu keadaan dimana plasenta menutupi jalan lahir.

Plasenta previa bisa mengakibatkan ibu mengalami pendarahan hebat dan membahayakan janin, bahkan bisa menyebabkan janin meninggal.

Selain kesembilan sebab diatas masih ada lagi sebab yang lain seperti :

  • Hidrops fetalis, yaitucairan berlebih pada janin
  • Darah ibu dan janin tidak cocok
  • Janin bergerak terlalu aktif (hiperaktif)
  • Air ketuban bocor hingga habis
  • Lebih dari HPL (hari perkiraan lahir) selama 2 minggu keatas
  • Ibu mengalami demam tinggi
  • Janin memiliki kelainan jantung
  • Bayi tumbuh tidak normal karena faktor tertentu seperti ista ovarium, kista rahim, miom dan lain – lain

Tanda Bayi Meninggal dalam Kandungan

Ada beberapa tanda yang menengarahi kematian janin, antara lain adalah sebagai berikut :

  • Janin tidak bergerak sama sekali
  • Detak jantung tidak ada / menghilang
  • Kram perut sangat parah
  • Terjadi pendarahan hebat

Jika tanda ini muncul pada masa kehamilan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui lebih jelas tentang keadaan bayi Anda. Semoga saja tidak terjadi apa – apa.

Penanganan :

Untuk menangani janin yang meninggal dokter akan melakukan beberapa tindakan yang berbeda sesuai dengan umur janin. Penanganan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  • Kuret : jika usia janin 12 minggu kebawah
  • Obat pelunak jaringan : jika usia janin sudah lebih dari 12 minggu
  • Melahirkan normal : jika umur janin 20 minggu dan bayi sudah berada di rongga panggul
  • Caesar : Dilakukan jika umur bayi 20 minggu keatas dan posisinya tidak mapan

Bahaya :

Janin yang telah meninggal akan mengakibatkan gangguan kesehatan bagi ibu jika tidak segera dilakukan penanganan dengan tepat. Bahaya yang mengancam ibu antara lain adalah :

  • Pendarahan, terjadi karena fibrinogen (zat pembeku darah) menurun
  • Kematian, Pendarahan yang terus dialami oleh ibu bisa mengakibatkan kematian karena HB drop yang menyebabkan anemia akut.

Itulah penjelasan terkait tanda bayi meninggal dalam kandungan. Semoga dengan membaca tulisan singkat ini Anda bisa lebih waspada dan hati – hati dalam merawat kehamilan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *