Mitos Ibu Hamil Saat Gerhana Matahari, Ini Faktanya

  • Whatsapp
mitos ibu hamil gerhana matahari
Gambar Ilustrasi (Foto : pxhere.com)

Mitos ibu hamil – Gerhana matahari adalah salah satu fenomena alam yang sangat menarik. Menurut hitungan perkiraan para ilmuan, gerhana matahari hanya terjadi setiap 350 tahun sekali.

Gerhana matahari total telah terjadi di Negara kita  pada tanggal 9 maret 2016 kemarin. Berarti pasangan muda yang mengarungi bahtera rumah tangga pada tahun ini besar kemungkinan tidak menjumpai gerhana matahari total.

Muat Lebih

Oleh karena gerhana matahari itu merupakan fenomena alam yang jarang terjadi dan cukup unik, akhirnya muncul beberapa mitos yang berkembang di masyarakat luas. Salah satu mitos yang sampai sekarang masih ditakuti oleh masyarakat ketika terjadi gerhana matahari adalah :

Wanita hamil tidak boleh keluar rumah saat gerhana matahari, jika sampai keluar rumah maka bayi yang sedang dikandung akan lahir dalam keadaan cacat.

Mitos Ibu Hamil Saat Gerhana Matahari

Selain tidak boleh keluar rumah, ibu hamil juga tidak diperbolehkan mempergunakan pisau untuk memotong dan mengiris sesuatu. Jika sampai melakukannya maka bayi akan terlahir dalam keadaan bibir sumbing. Beberapa mitos ibu hamil saat gerhana matahari antara lain adalah sebagai berikut :

  • Keluar rumah saat gerhana matahari membuat bayi lahir cacat
  • Memakai pisau untuk memotong saat terjadi gerhana membuat bayi bibir sumbing
  • Memegang dan mengelus perut saat gerhana matahari bisa menjadikan tanda lahir pada bayi

Mitos mitos tersebut sudah pasti tidak masuk akal dan sampai saat ini tidak ada bukti yang membenarkannya. Meskipun demikian, masih banyak ibu hamil yang mempercayai mitos tersebut karena takut kalau sampai terjadi hal buruk pada janin.

Mengapa Mitos Ibu Hamil Saat Gerhana Matahari Bisa Muncul ?

Ternyata mitos diatas tidak muncul secara tiba-tiba, tapi ada kisah dibalik itu. Kisah tersebut ternyata muncul dari negara India. Pada zaman dahulu penduduk India memiliki kepercayaan kalau ada wanita sampai melahirkan tepat pada saat terjadi gerhana matahari maka anak yang dilahirkan tersebut akan terkena marabahaya sehingga sulit untuk hidup.

Karena keyakinan tersebut begitu kuat akhirnya wanita hamil berusaha agar tidak melahirkan tepat pada saat terjadi gerhana matahari. Mereka pun meletakkan bahan – bahan metal di celana dalam untuk mencegah efek buruk dari gerhana matahari.

Keyakinan penduduk India tersebut akhirnya tersebar sampai ke berbagai negara termasuk negara kita, bahkan mitos gerhana untuk wanita hamil berkembang menjadi banyak. Meskipun menurut medis, mito -mitos tersebut tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, namun mitos tersebut masih banyak dipercaya oleh masyarakat di negara kita.

Bagaimana Sikap Kita?

Seperti yang telah kami jelaskan diatas bahwa mitos ibu hamil saat gerhana matahari tidak boleh keluar rumah merupakan keyakinan masyarakat yang tidak ada bukti secara ilmiah.

Lalu bagaimana sikap kita dalam menyikapi mitos tersebut ? Sebenarnya dalam menyikapi mitos tersebut adalah terserah keyakinan masing-masing, namun sebagai bahan pertimbangan silahkan baca ulasan berikut ini :

Sebagai umat manusia kita telah diatur oleh Sang Pencipta untuk tidak mempunyai keyakinan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan syirik, tahayul, khurofat dan segala sesuatu yang tidak ada ilmunya.

Kita telah diajari oleh para utusan Alloh SWT untuk menjadi orang yang bijak dalam bersikap, jujur dalam berucap dan cerdas dalam berfikir. Ketika mau meyakini sesuatu, kita harus tahu ilmunya. Jangan hanya ikut- ikutan sehingga kita terhindar dari tipuan syetan yang selalu berusaha untuk menyesatkan manusia.

Mitos ibu hamil saat gerhana matahari boleh diyakini asalkan ada bukti ilmiah yang membenarkan tentang mitos tersebut. Demikianlah sedikit ulasan dari kami, semoga bermanfaat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *