Ibu Hamil Sakit Perut, Ternyata Cuma Begini Cara Cepat Mengatasinya

  • Whatsapp
ibu hamil sakit perut
Ibu hamil bisa mengalami sakit perut pada usia kandungan trimester satu, dua dan tiga (ilustrasi, sumber : pexels.com)

Sakit perut kadang dialami oleh ibu hamil selama kehamilannya. Mulai dari trimester pertama hingga trimester akhir, nyeri perut terus dirasakan.

Bahkan sakit perut ada yang membuat syok karena memang nyeri perut ini levelnya beda-beda. Oleh sebab itu, ibu hamil disarankan untuk mengenali nyeri perut yang dirasakan serta tindakan apa yang seharusnya dilakukan.

Muat Lebih

Untuk menambah wawasan mengenai sakit perut yag dirasakan ibu hamil, kali ini Tandalagihamil.com akan menyampaikan informasi mengenai cara penanganan nyeri perut setiap trimester.

Penanganan Sakit Perut Pada Ibu Hamil

Berikut ini adalah hal yang harus Anda lakukan untuk mengurangi nyeri perut selama masa kehamilan berlangsung :

Trimester Pertama

Sakit perut yang terjadi pada usia kandungan trimester pertama umumnya adalah kram perut ringan yang tidak membahayakan. Nyeri perut ini terasa sakit seperti saat PMS.

Penyebab nyeri perut di awal kehamilan adalah peningkatan hormon progesteron yang membuat sambungan tulang di sekeliling rahim mengalami perenggangan. Walaupun termasuk keluhan kehamilan normal namun sebaiknya konsultasikan ke dokter jika kondisi ini terus berlanjut sampai usia kehamilan 10 minggu.

Selain karena peningkatan hormon, sakit perut ibu hamil muda terkadang disebabkan karena gas. Kondisi ini juga termasuk keluhan yang normal.

Peningkatan hormon progesteron dan esterogen membuat pergerakan usus menjadi lambat sehingga menyebabkan perut begah atau perut kembung.

Untuk mengurangi masalah ini, ibu hamil disarankan untuk makan dalam porsi sedikit tapi sering.

Selain itu, sakit perut ketika hamil muda terkadang disebabkan karena kontipasi atau sembelit. Lagi-lagi, hal ini juga dipengaruhi oleh peningkatan hormon.

Adapun sakit perut trimester pertama yang patut Anda waspadai adalah kram perut bagian bawah pada salah satu sisinya. Apalagi kalau keadaan ini dibarengi dengan pendarahan yang tak biasa.

Sakit perut disertai pendarahan bisa disebabkan karena kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim. Selain karena kehamilan ektopik, sakit perut dengan pendarahan hebat bisa juga disebabkan karena keguguran.

Trimester Dua

Biasanya ibu hamil trimester dua mengalami sakit perut di bagian bawah sisi kiri/kanan atau berpindah kadang dari kanan ke kiri atau sebaliknya.

Nyeri ini bukan termasuk bahaya kehamilan yang perlu Anda khawatirkan. Silakan istirahat dengan posisi duduk atau berbaring untuk mengatasi masalah ini. Jangan lupa menggunakan bantal yang agak tinggi ya.

Mengubah posisi dengan tiba-tiba, misalnya dari duduk ke berdiri atau sebaliknya terkadang juga menyebabkan nyeri perut. Meski tidak membahayakan namun kondisi ini bisa membuat tidak nyaman.

Untuk itu, usahakan untuk mengubah posisi secara perlahan. Cobalah bertumpu pada benda yang kokoh untuk mengurangi tekanan pada perut.

Trimester Tiga

Masuk pada usia kehamilan trimester tiga, sakit perut bagian bawah masih kerap dirasakan. Nyeri perut ini disebabkan karena membesarnya rahim sehingga bukan termasuk sakit perut yang membahayakan.

Hal yang perlu Anda waspadai jika terjadi infeksi saluran kemih. Keluhan menimbulkan anyang-anyangan, berkemih sedikit-sedikit dan nyeri perut bawah yang menyebar sampai ke punggung.

Untuk mencegah masalah ini, hindari kebiasaan menahan BAK dan minumlah air putih paling tidak 10 gelas dalam sehari.

Nyeri perut trimester tiga bisa juga disebabkan karena gerakan janin. Janin yang bergerak kuat dapat menyebabkan kontraksi ringan atau kontraksi palsu.

Janin membesar bisa membuat sistem pencernaan melambat. Hal ini membuat asam lambung berada di lambung lebih lama sehingga menyebabkan “heart burn” yakni rasa terbakar di dada hingga ke tenggorokan.

Untuk mengatasi masalah ini biasanya dokter memberi resep obat mag yang aman bagi ibu hamil.

Sakit perut ibu hamil trimester tiga yang perlu diwaspadai adalah nyeri perut bagian bawah yang terus terjadi meski sudah istirahat. Kemungkinan ini terjadi karena plasenta lepas dari dinding rahim. Dalam kondisi ini, Anda perlu bantuan bidan atau dokter karena dibarengi dengan pendarahan.

Untuk membedakan sakit perut berbahaya dan sakit perut normal cukup sederhana. Jika setelah istirahat sakit perut masih terus berlanjut, kemungkinan nyeri perut yang membahayakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *